Posts

16 Jam di Inle Lake

Image
Pagi itu dingin terasa menusuk sampai tulang, pukul 4 dini hari. Sempat tidak menyangka kalau udara akan sedingin ini di Nyaung Shwe. Bis malam yang mengantar  pada saat itu sudah pergi ke pemberhentian selanjutnya. Tiba-tiba datang seorang pria membawa tiket masuk kawasan wisata Danau Inle, cukup kaget karena seolah-olah tiket tersebut illegal, terlebih karena ia mencegat ditengah jalan begitu turun dari bis. Tetapi menjadi percaya setelah melihat kartu identitas yang tergantung dibadan petugas dan setelah bertanya kepada supir taxi setempat. Setiap wisatwan diwajibkan membayar 10 dollar Amerika dan tiket tersebut berlaku selama satu minggu dari hari kedatangan selama melakukan kegiatan wisata di Danau Inle. The Famous Leg Rowing in Inle Lake Perjalanan menuju pintu masuk Kuil Shwe Inn Dein Lalu lintas pagi hari di danau Inle Jalanan terlihat gelap dan sepi, kabut tipis menyelimuti beberapa sudut membuat suasana seolah-olah menjadi tambah dingin. Setelah menemukan t...

Saling Melempar Bara Api Kulit Kelapa Dalam Tradisi Mesabatan Api

Image
Senja mulai terasa, langit semakin gelap dan di hadapan saya terdapat tumpukan kulit kelapa kering. Suara gamelan Bali membuat senja terasa berbeda, seorang warga menuangkan minyak tanah dan membakar tumpukan kulit kelapa tersebut. Sontak terdengar suara teriakan beberapa pemuda yang membuat senja saat itu menjadi riuh dengan kegembiraan. Beberapa bulan lalu, tepatnya sehari sebelum hari raya Nyepi saya mengunjungi desa Nagi di Petulu, Gianyar, Bali. Ditempat ini lah akan diadakan sebuah tradisi yang sudah dilakukan secara turun menurun. Masyarakat setempat menyebutnya dengan tradisi “Mesabatan Api”. Acara dimulai saat senja tiba, ditandai dengan dibakarnya tumpukan kulit kelapa kering dan iringan gamelan. Para pemuda desa berkumpul dan mulai bersorak, ketika ada satu pemuda yang mulai menendang tumpukan kulit kelapa maka pada saat itu juga “perang” dimulai. Para pemuda saling melemparkan kulit kelapa kering yang sudah menjadi bara api ke badan pemuda lainnya, dan mereka s...

Omed-Omedan, Tradisi Unik Setelah Nyepi di Pulau Bali

Image
4 hari lagi Nyepi tiba. Ya, salah satu hari raya besar dan sekaligus untuk merayakan tahun baru bagi umat Hindu khususnya di Bali, dimana semua aktivitas pada hari itu berhenti dan suasana menjadi sepi. Tidak ada cahaya lampu pada malam hari, tidak diperkenankan melakukan aktivitas diluar rumah, tidak diperkenankan mengeluarkan suara yang dapat mengganggu sekitar. Intinya pada hari itu Pulau Bali benar-benar sepi dan tidak ada aktivitas sama sekali. Aku pribadi cukup senang dengan momen ini, karena bener-bener yang bisa ngerasain suasana tenang satu hari penuh. Foto-foto ini aku ambil di acara Omed-omedan tahun lalu. Belum sempat ke-publish dan mumpung momennya pas jadi sekalian aja hahaha. Seorang panitia menyiram jalan raya yang akan digunakan dalam Omed-omedan. Anak-anak terlihat sangat senang ketika air disemprotkan kearah mereka. Barong Bangkung, tanda Omed-omedan akans egera dimulai. Sehari setelah Nyepi dikenal dengan istilah “Ngembak Geni” dimana pada hari ...

Mengejar Api Biru Gunung Ijen

Image
Setelah beberapa postingan kemarin tentang Myanmar terus, agak sedikit variasi sekarang. Mari berjalan-jalan ke Banyuwangi, tepatnya di Gunung Ijen. Fenomena ini hanya terjadi di dua tempat di dunia, Islandia dan Indonesia. Hal ini yang membuat saya bersemangat untuk kembali lagi ke Kawah Ijen untuk menyaksikan fenomena api biru. Ya, sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi tempat ini, tetapi tidak dapat menyaksikan fenomena api biru dikarenakan saya memulai pendakian sekitar pukul 7 pagi pada waktu itu. Beginilah suasana disekitar pusat titik api ketika menjelang pagi Pengunjung bisa berada cukup dekat dari pusat titi api, asalkan tetap waspada ketika terjadi perubahan angin secara mendadak. Gunung ini terletak Di Banyuwangi, Jawa Timur dan bisa dicapai dari arah Bondowoso atau Banyuwangi. Karena pada saat itu saya berangkat dari Bali, maka jalur terdekat untuk menuju Gunung Ijen adalah Banyuwangi dengan waktu tempuh sekitar satu jam setengah menggunakan mobil. Setelah ...

Perjalanan 30 Jam Diatas Kereta Api Menuju Yangon

Image
Cukup produktif untuk mengupdate blog beberapa hari ini. Sayang kalau beberapa pengalaman seru nggak dishare, toh buat apa juga kalau cuma disimpen sendiri *halah apaan dah! Ok, masih seputar jalan-jalan di Myanmar dan semoga nggak bosen dengan topiknya hehe. Menjelang 2 hari terakhir di Myanmar, aku dan Erick berencana mau nyoba naik Kereta Api di Myanmar. Secara undah nyoba angkot, bus, dan kayaknya kereta api sepertinya bakal jadi pengalaman yang menarik. Kami memilih rute kereta dari Bagan menuju Yangon. Sempat ada yang menyarankan kalau bisa jangan naik kereta api, karena akan memakan waktu yang lama dan tidak pasti (haduhhh bahkan sekarang  kereta api bisa PHP-in orang) kapan sampai. Karena sudah menjelang hari terakhir di Myanmar dan di Yangon niatnya memang santai menikmati hari-hari terakhir, maka dengan bulat tekat memilih transport kereta api ini. Nggak sengaja ketemu Yans di Bagan, beberapa jam sebelum balik ke Yangon Hari terakhir di Bagan cukup membua...