Weekend kemarin saya dan gerombolan teman2 camping, rencana sih kita mau ke Rawa Pening, Ambarawa. Naik motor sampai Dieng, bayangin aja naik motor!! motor!!!! Balik lagi ke rencana awal yang mau camping di Rawa Pening, gtu sampe sana ternyata tempatnya nggak campingable. Suasanannya ga enak dan jauh dari ekspetasi deh. Karena udah jauh-jauh sampe Ambarawa dan kentang klo camping cuma kayak gni aja, akhirnya putar haluan ke DIENG!! The Long and Winding Road bener dah, jauh euuyyyy. Mana di Rawa Pening udah mau jam 6, finish di Dieng jam setengah 12 dengan kondisi kaku karena dingin banget. Tempat ini dinginnya maksimal cuy, harus prepare barang2 yg bisa bikin anget deh, trust me. Kita milih camping di Bukit Sikunir, dan ternyata tempat ini sesuai dengan ekspetasiku tentang camping. Bisa bangun tenda persis deket sama danau, bisa mancing, dan view sunrise yang oke!! Hell yeah!!! Buat sunrisenya, kita harus tracking naik bukit sekunirnya sekitar 10 menit kalo kata orang sana, tapi ...
Here we go! Bagian kedua dari Bagan, Kota Tua Dengan Ribuan Kuil dan Pagoda. Sinar matahari pagi, kabut tipis, kuil, dan balon udara. Sempurna sekali pemandangan pagi itu! Highlight di postingan kali ini adalah hot air balloon over Bagan. Dulu pertama kali kepikiran bakal ke Bagan adalah sekitar tahun 2011 waktu ngeliat foto di internet dengan latar matahari terbit, balon udara, plus kabut tipis yang menutupi sebagian pagoda. Gak pikir panjang aku cari info tentang foto itu dan ternyata tempatnya di Bagan, Myanmar. Saat itu juga Bagan masuk daftar travel destination-ku. Awal tahun 2015 kemarin adalah dream come true, setelah menapakan kaki di Bagan dapet bonus naik balon udara di Bagan. Mulai disi gas Menyambut pagi dari dalam balon udara Selamat pagi Bagan! Kekhawatiran pagi itu adalah kalau kondisi tidak memungkinkan balon udara untuk terbang dikarenakan angin atau cuaca yang kurang mendukung. Soalnya kemarin waktu hari pertama kami tiba di Bagan, tidak ada satup...
Pagi itu dingin terasa menusuk sampai tulang, pukul 4 dini hari. Sempat tidak menyangka kalau udara akan sedingin ini di Nyaung Shwe. Bis malam yang mengantar pada saat itu sudah pergi ke pemberhentian selanjutnya. Tiba-tiba datang seorang pria membawa tiket masuk kawasan wisata Danau Inle, cukup kaget karena seolah-olah tiket tersebut illegal, terlebih karena ia mencegat ditengah jalan begitu turun dari bis. Tetapi menjadi percaya setelah melihat kartu identitas yang tergantung dibadan petugas dan setelah bertanya kepada supir taxi setempat. Setiap wisatwan diwajibkan membayar 10 dollar Amerika dan tiket tersebut berlaku selama satu minggu dari hari kedatangan selama melakukan kegiatan wisata di Danau Inle. The Famous Leg Rowing in Inle Lake Perjalanan menuju pintu masuk Kuil Shwe Inn Dein Lalu lintas pagi hari di danau Inle Jalanan terlihat gelap dan sepi, kabut tipis menyelimuti beberapa sudut membuat suasana seolah-olah menjadi tambah dingin. Setelah menemukan t...
Comments
Post a Comment